Main Article Content

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah bagaimana karakteristik butir soal Penilaian Akhir Semester (PAS) dan mendeteksi ada tidaknya Differential Item Functioning (DIF) pada perangkat tes objektif Penilaian Akhir Semester (PAS) ganjil kelas VII IPA di SMP Negeri Kabupaten Tegal. Populasi yang digunakan seluruh SMP Negeri di Kabupaten Tegal.  Metode yang digunakan ialah Pengumpulan data dengan metode dokumentasi.  Teknik analisis penelitian ini menggunakan permodelan Rasch dengan uji Wald. Berdasarkan hasil analisis karakteristik  butir pada perangkat tes dan pendeteksian DIF dengan menggunakan uji wald menunjukkan bahwa terdapat karakteristik berupa perbedaan tingkat kesukaran butir soal penilaian akhir semester mata pelajaran IPA yang diujikan pada peserta didik serta pada  perangkat soal Penilaian Akhir Semester (PAS) Ganjil kelas VII SMP Negeri di Kabupaten Tegal tahun ajaran 2019/2020 terdapat 2 butir yang terdeteksi mengandung DIF berdasarkan gender yaitu butir nomor 2 dan 9.

Keywords

Differential Item Functioning, final assessment of semester, Rasch model

Article Details

How to Cite
Setiawan, A. (2021). The Pendeteksian DIF pada Perangkat Tes Objektif Penilaian Akhir Semester IPA dengan Mengunakan Permodelan Rasch. PSEJ (Pancasakti Science Education Journal), 5(2), 23-29. Retrieved from https://scienceedujournal.org/index.php/PSEJ/article/view/25

References

  1. American Educational Research Association, American Psychological Association and National Council on Measurement in Education (1999).Standards for educational and psychological testing. Washington DC: American Educational Research Association.
  2. Colegio Oficial de Psicólogos (COP) and Comisión Internacional de Tests(ITC) (2000). Directrices internacionales para el uso de los tests. Madrid: (International Guidelines for test use). Madrid: COP.
  3. Egiseptifera, Fifi. 2016.Keberfungsian Butir Diferensial pada Ujian Akhir Semester Matematika di Sekolah Menengah Pertama (Studi Deskriptif Analisis Dokumenter pada Perengkat Ujian Akhir Semester Ganjil Kelas VII SMP di Lingkungan Kabupaten Tegal Tahun Ajaran 2015/2016). Skripsi. Pendidikan Matematika. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Pancasakti Tegal.
  4. Hambleton, R. K. Swaminathan, H. (1985). Item Respon Theory. Participle and Aplication. Boston : Kluwer – Nijhoff Publishing.
  5. Hambleton, R. K., Swaminathan. H., & Rogers, H. J. (1991)Fundamentals of item response Theory. California: Sage Publications, The International Professional Publishers.
  6. Hayati, MN. (2017). The Use Of Science Literacy Taxonomy To Measure Chemistry Literacy Of The Science Teacher Candidates. Unnes Science Education Journal, 6(1).1496 – 1502
  7. Hou, L., la Torre, J. D., & Nandakumar, R. (2014). Differential item functioning assessment in cognitive diagnostic modeling: Application of the Wald test to investigate DIF in the DINA model. Journal of Educational Measurement, 51(1), 98-125.Lederman, N.G., & Lederman, J.S. (2004). Revising instruction to teach nature of science. The Science Teacher, 71(9). 36 – 39.
  8. Komboz, B., Strobl, C., & Zeileis, A. (2018). Tree-based global model tests for polytomous Rasch models. Educational and Psychological Measurement, 78(1), 128-166.
  9. Ma’ruf, Ahmad A. (2007). Analisis DIF Berbasis Jenis Kelamin Soal Olimpiade Biologi SLTP 2007 Tingkat Propinsi di DIY. Jakarta: Universitas Indonesia.
  10. Prasetyo. (2010). Kelemahan dan Kekurangan Tes Obyektif. Online. https://bocahpringsewu.wordpress.com/2010/11/01/kelemahan-dan-kekurangan-tes-objektif/ tanggal 18 Januari 2016 pukul 14.15 WIB.
  11. .(2014).”Teori Respon Butir dan Penerapannya”.Yogyakarta: Parama Publishing.
  12. Sudaryono.(2013). Implementasi Teori Responsi Butir (Item Response Theory) pada Penilaian Hasil Belajar Akhir di Sekolah. Online. http://sudaryono.ilearning.me/2013/01/18/implementasi-teori-responsi-butir-item-response-theory-pada-penilaian-hasil-belajar-akhir-di-sekolah/ tanggal 24 Januari 2016 pukul 16.02 WIB.
  13. Sumintono, B & Whidhiarso, W. (2015) . Aplikasi Permodelan Rasch Pada Assesssment Pendidikan.Trim Komunikata.
  14. Sumintono, B. (2018). Rasch Model Measurements as Tools in Assesment for Learning. In 1st International Conference on Education Innovation (ICEI 2017). Atlantis Press.
  15. Susongko, Purwo.( 2001). Keberfungsian Butir Diferensial Perangkat Tes Ebtanas Kimia Sekolah Menengah Umum di Jawa Tengah. Jurnal Penelitian dan Evaluasi. Nomor 4 Tahun III.
  16. . (2013). ”Penilaian Hasil Belajar”.Tegal: Badan Penerbit Universitas Pancasakti Tegal.
  17. . (2014). ”Pengantar Metodologi Penelitian Pendidikan”. Tegal: Badan Penerbit Universitas Pancasakti Tegal.
  18. .(2019). Aplikasi Model Rasch Dalam Pengukuran Pendidikan Berbasis Program R. Tegal. Universitas Pancasakti Tegal.
  19. Retnawati. (2014). Teori Respon Butir dan Penerapannya .Yogyakarta: Parama Publishing.
  20. Suwarto. (2011). Teori Tes Klasik dan Teori Tes Modern. Online. http://download.portalgaruda.org/article.php?article=268350&val=7107&title=Teori%20Tes%20Klasik%20dan%20Teori%20Tes%20Modern/ tanggal 18 Januari 2016 pukul 12.58 WIB
  21. . (2012). Pengembangan Tes Diagnostik dalam Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
  22. Triyanto, Nur.(2014).Bias Gender Ujian Akhir Semester Genap Fisika Kelas X SMA Negeri Kabupaten Purworejo Tahun Pelajaran 2012/2013. Skripsi Universitas Muhammadiyah Purworejo
  23. UPS.(2019).Pedoman Penyusunan Skripsi. Tegal: Badan Penerbit Universitas Pancasakti Tegal.
  24. Wenning, C,J.& Vierya,R.(2015).Teaching High School Phycics.1. Publisher: Washington DC: National Academies Press.
  25. Wenning, C,J. (2006). Assesing nature of science literacy as one component of scientific literacy. Journal of Physical Teacher Education Online,3(4), 3 – 14.
  26. .(2007). Assesing inquiry skill as a component of scientific literacy. Journal of Physical Teacher Education Online,3(4), 3 – 14.
  27. Zumbo, B. D. (2007). Three generations of DIF analyses: Considering where it has been, where it is now, and where it is